Bendol dan Mimpi Makmur dari Jamur

Proses budidaya jamur merang memerlukan proses yang relative cepat, karena jamur bisa  di panen dalam jangka waktu 1 bulan. Namun proses ternyata tidak secepat itu, mulai pembersihan kumbung pasca panen, penyiapan bahan, siap untuk budidaya memerlukan waktu yang cukup lama. Mendol salah satu penerima manfaat Program Mustahik Pengusaha binaan BAZNAS menceritakan mengenai alur proses budidaya jamur dari awal hingga panen.

“Sebelum mulai (budidaya jamur) kumbung harus disiapan dulu. Dibersihin semua, bekas panen dikeluarin semua sampe bersih. Sembari itu,disiapin damen (jerami padi) jemur sampe kering, sampe bener-bener kering yak, klo nggak kering bisa numbuh yang lain” Jelas Mendol. Damen ia dapatkan dari hasil penen padi sekitar tempat tinggalnya di Kp. Kuda-kuda, Kec. Sukakarya, Kab. Bekasi. Di Kecamatan suka karya merupakan wilayah “lumbung pangan” di wilayah Bekasi, karena masih terdapat terhampar sawah yang luas walaupun beberapa sudah mulai beralih fungsi menjadi perumahan. Sebagian besar penduduknya pun masih bermata pencaharian sebagai petani. Mendol sendiri juga seorang petani, ia menggarap beberapa petak lahan pertanian yang ia garap sendiri dibantu oleh anaknya.

”Setelah damen kering, tambahin kapas sama air diaduk sampai rata habis itu tutup rapet sama plastik selama kurang lebih seminggu klo kata orang mah di fermentasi. Klo udah diemin aja jangan diapa-apain. Klo udah seminggu baru masukin kedalam kumbung, trus di uap pake ini (menunjukkan dua drum), drum ini ada selangnya nanti dimasukkan kesini (sambil menunjukkan lubang di kumbung). Drum diisi air lalu di bakar, nanti uapnya masuk ke kumbung,habis itu tutup rapat. Ini biar nggak ada jamur lain yang numbuh setelah itu diemin aja kira-kira seminggu tutup rapet jangan dibuka-buka. Baru masupin bibit tabur rata. Biarin aja selama sebulan, baru bisa di panen” lanjut Mendol menceritakan proses budidaya jamur dengan semangat.

Awalnya mendol cuman punya 1 kumbung, kemudian ia mendapat batuan dari BAZNAS senilai 4 juta rupiah. Modal yang gunakan untuk membuat kumbung lagi, buat nabung katanya.

“Dulu cuman punya satu kumbung (sambal nunjukin kumbung nya). Trus dapet bantuan, saya bikin kumbung satu lagi. Saya tambahin modalnya lagi,  buat beli bambunya, plastiknya. Blum modal awalnya beli merang, kapas, kapur. hasilnya nggak langsung saya ambil.  Dikit-dikit saya tabung saya bikin kumbung yang baru (sambil menunjuk kerangka kumbung setengah jadi). Klo satu dapetnya 1,5 kwintal klo 3 jadi 4,5 kwintal ( 1 Kwintal = 100 Kg),” tutur laki-laki 60 tahun ini.

 

Cara berfikirnya sedehana, kalo 1 kumbung paling sedikit dapetnya 1 kwintal, harga 1 kilonya 30 rb berarti dari satu kumbung ia bisa menghasilkan  3 juta . Kalo punya 3 kumbung, berarti ia mendapatkan 6 juta.

“Klo punya banyak kumbung kan duitnya tambah banyak” sambil tertawa.

Mendol dan keluarganya memang sudah berpengalaman lebih dari 10 th dalam budidaya jamur, sekarang ia juga megelola kumbung milik anaknya yang letaknya bersebelahan dengan kumbungnya. Mimpi ingin maKmur dari usaha jamurnya membuatnya terus berikhtiar walaupun sudah memasuki usia senja.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *