Kerjasama dengan GO-TIX, BAZNAS umumkan jumlah donasi untuk korban gempa lombok

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada hari ini secara resmi mengumumkan nilai donasi hasil kerja sama penggunaan platform GO-TIX, salah satu layanan GO-JEK, untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diberikan pengguna GO-JEK kepada BAZNAS.

Pengumuman jumlah donasi hasil kerja sama penggunaan platform GO-JEK oleh BAZNAS ini secara simbolik diwakili oleh Anggota BAZNAS Emmy Hamidiyah dengan VP GO-TIX Ario Adimas. Seperti diketahui, Lombok, Nusa Tenggara Barat dilanda gempa bumi yang cukup dahsyat sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat sekitar. BAZNAS memiliki misi untuk membantu masyarakat sekitar dengan kampanyenya Membangun Kembali Lombok.

Dalam kampanye ini, BAZNAS menggandeng berbagai lembaga termasuk di dalamnya GO-TIX, salah satu layanan GO-JEK. Sejak dibuka mulai 8 Agustus hingga 28 Agustus lalu, donasi yang diberikan oleh pengguna GO-JEK kepada BAZNAS dengan memanfaatkan layanan GO-TIX tercatat sebesar Rp463.735.800.  Melalui kerjasama ini, para pengguna GO-JEK yang ingin membantu korban gempa di Lombok, NTB bisa berdonasi kepada BAZNAS dengan memanfaatkan layanan GO-TIX yang ada di aplikasi GO-JEK. Para pengguna bisa berdonasi kepada BAZNAS mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000 berlaku kelipatan.

Anggota BAZNAS Emmy Hamidiyah mengapresiasi kerjasama BAZNAS dengan GO-TIX dalam memudahkan masyarakat berdonasi. Ia mengatakan, BAZNAS selalu mencari cara baru untuk mempermudah masyarakat berdonasi, terlebih untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah di Lombok, NTB.

“Kami sangat mengapresiasi niat baik dari GO-TIX untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi, khususnya bagi saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok, NTB. Dan ini sejalan juga dengan misi BAZNAS untuk membangun kembali Lombok pasca gempa dahsyat yang mengguncang. Kemudahan yang diberikan GO-TIX juga salah satu upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Emmy.

Emmy mengatakan, pada program Membangun Kembali Lombok, BAZNAS memberikan bantuan strategis berupa rumah sakit lapangan, pembuatan fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) sementara. Selain itu, BAZNAS juga mengupayakan revitalisasi jaringan telepon dan listrik yang terputus, melatih korban dengan program trauma healing serta mendirikan hunian sementara.

Dia melanjutkan, hasil kerja sama dengan GO-TIX akan mendukung program-program yang dijalankan BAZNAS di Lombok khususnya untuk pemulihan. “Bantuan dari masyarakat kepada BAZNAS hasil kerja sama dengan GO-TIX akan sangat bermanfaat untuk program pemulihan korban gempa di Lombok, seperti untuk pembangunan sekolah darurat, layanan darurat serta hunian sementara.”

Sementara itu, VP GO-TIX Ario Adimas mengatakan “Kami sangat bersyukur dengan jumlah donasi hasil kerja sama GO-TIX dan BAZNAS. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengguna GO-JEK yang telah ikut serta berdonasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan on-demand yang disediakan GO-JEK merupakan salah satu alternatif platform untuk BAZNAS dalam mengumpulkan donasi yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk bersedekah,” tutur Adimas.

Adimas berharap hasil kerja sama GO-TIX dan BAZNAS dapat membantu dalam membangun kembali Lombok sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kolaborasi GO-TIX dengan BAZNAS telah terjalin sejak lama untuk menyediakan pilihan mekanisme berdonasi bagi masyarakat. Pada Ramadhan lalu, GO-JEK melalui layanan GO-TIX berkolaborasi dengan BAZNAS memberikan akses kepada masyarakat untuk berdonasi kepada BAZNAS melalui program hidangan Ramadhan.

Selain itu, lewat GO-TIX, pengguna juga dapat berdonasi kepada BAZNAS melalui program Layanan Aktif BAZNAS. Program tersebut merupakan kegiatan bantuan langsung yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu dalam berbagai bentuk layanan yang dilakukan di JABODETABEK. GO-TIX merupakan salah satu layanan GO-JEK yang kini dikelola oleh LOKET pasca diakuisisi oleh GO-JEK.

BAZNAS Promosikan Produk mustahik di Agrinex Expo

Jakarta. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memamerkan lebih dari 40 produk pertanian mustahik pada Event Agrinex Expo ke-12 di Hall A Jakarta Convention Center (JCC) pada Jumat (7/9) hingga Minggu (9/9/2018). Produk pertanian binaan BAZNAS ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Toraja hingga Nusa Tenggara Timur.

Para mustahik ini didorong untuk memperoleh nilai lebih dari setiap dagangannya sehingga dapat meningkatkan penghasilan. Dana zakat yang ditunaikan oleh ora muzaki BAZNAS membantu mereka mulai dari permodalan, peningkatan kapasitas produksi hingga pengembangan akses pasar.

Anggota BAZNAS, Nana Mintarti mengatakan, BAZNAS membuat program pemberdayaan bagi petani desa karena melihat kenyataan sebesar 70 persen kemiskinan berada di pedesaan, dimana sebagian besarnya adalah petani. Dana zakat digunakan untuk mengintervensi masalah ini agar para petani tidak meninggalkan lahan dan mencari sumber penghidupan baru dengan berpindah ke kota.

“Zakat memberikan penguatan-penguatan baik dalam skill, tegnologi maupun etos kerja,” katanya dalam talkshow “Zakat untuk Petani” yang diselenggarakan di sela pameran berlangsung.

Dalam talkshow tersebut, Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. Dr. Nasaruddin Umar mengatakan, dana zakat dapat dimanfaatkan untuk melakukan sesuatu yang lebih besar bagi kesejahteraan petani.

“Untuk mengoptimalkan peran BAZNAS dalam memajukan petani, perlu bantuan media massa sehingga masyarakat dapat terpacu semangatnya menunaikan zakat yang nanti manfaatnya akan langsung dirasakan oleh mustahik, seperti para petani ini,” katanya.

Kegiatan pameran ini merupakan bagian dari pendayagunaan zakat yg dilakukan BAZNAS. Diharapkan pameran ini dapat membuka akses pasar, business matching, dan perluasan jaringan kerja sama bagi para mustahik. Kegiatan pemberdayaan terhadap mustahik juga terus dilakukan dengan pendamping program sebagai ujung tombak yg berperan pada peningkatan kapasitas dan perubahan prilaku.

Dengan demikian pemberdayaan yang dilakukan BAZNAS diharapkan dapat membuat mustahik menjadi berdaya dan mandiri.

Salah satu peserta pameran, Waitah (50) mengungkapkan kegembiraannya mengikuti pameran ini. Dari 200 bungkus pepes tahu dan pepes bandeng yang ia jajakan, semua laku terjual.

“Saya biasanya cuma jualan keliling ke kampung-kampung pakai sepeda, sekarang bisa ikut ke pameran sebesar ini di Jakarta. Banyak sekali yang minta alamat dan nomer hape saya untuk pesan lagi,” katanya.

Sebagai wujud rasa syukurnya, ia mendonasikan sebagian rizki hari ini untuk para korban gempa di lombok melalui BAZNAS.

Irwan, pengunjung stand BAZNAS di agrinex expo ini menyampaikan apresiasinya terhadap peran BAZNAS yang dapat mempertemukan langsung antara petani dengan pembeli.

“Artinya BAZNAS telah memutus rantai distribusi yang sangat rumit yang selama ini merugikan keduanya, baik petani maupun pembeli,” katanya. (*)

Sumber : http://www.tribunnews.com/

BAZNAS Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban di 120 Desa

BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di 120 desa di 24 provinsi se-Indonesia.

“Warga dari 120 desa tersebut merupakan penerima manfaat yang membutuhkan, warga kurang mampu dan terpencil,” ujar Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec di lokasi yang menjadi salah satu tempat pemotongan hewan kurban, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/8/2018).

Turut hadir anggota BAZNAS, Ir. Nana Mintarti, MP dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.

“Di lokasi ini, BAZNAS memotong 50 ekor kambing untuk dibagikan kepada warga sekitar. Peternak kecil di Desa Sukaindah merupakan binaan BAZNAS dan menjadi salah satu pemasok kambing untuk kurban tahun ini,” ujar Zainul.

Dia memaparkan, BAZNAS memilih desa ini karena banyak masyarakat mustahik yang menjadi peternak. “Umat harus membangun ekonomi dari pinggiran seperti ini,” kata dia.

Dengan demikian, tutur dia, pemenuhan konsumsi daging di kalangan mustahik bisa dioptimalkan.

“Karena konsumsi daging secara nasional masih sangat rendah dibanding negara tetangga. Kita baru 3-4 kilogram per kapita per tahun sementara Malaysia dan Singapura 4-5 kilogram, jauh lebih banyak. Kita berharap bisa 50-60 kilogram per kapita per tahun. Inilah yang menjadi salah satu tujuan program Kurban Berdayakan Desa. Paling tidak dengan produksi daging di Balai Ternak BAZNAS bisa mendorong perbaikan gizi masyarakat desa,” ucap Zainul.

Karena, lanjut dia, jika bicara peternakan, bukan semata-mata soal daging tapi juga industri pakan, kulit, transportasi, pedagang kecil dan sebagainya.

“Pekan lalu BAZNAS meluncurkan buku Ekonomi Kurban bekerja sama dengan PEBS Pascasarjana UI. Untuk memberikan pencerahan tentang kurban,” ujar dia.

Di musim kurban, imbuh Zainul, Indonesia hanya memproduksi 300 ekor per kabupaten. Padahal potensi kurban secara nasional bisa mencapai Rp 10 triliun.

“Lima provinsi penghasil terbesar per tahun hanya memproduksi 5 juta ternak. Karena itu, gerakan zakat, infak dan sedekah atau ZIS diharapkan bisa semakin mantap membantu pemerintah dalam merealisasikan swasembada daging sehingga negeri ini tidak perlu mengimpor,” kata dia.

Menurut dia, swasembada daging dimulai dari desa sehingga ke depan masyarakat bisa mengonsumsi daging 40 kg per kapita per tahun seperti di negara-negara maju.

Sementara itu, Nana Mintarti menambakan, kambing dibeli, disembelih kemudian dibagikan kepada warga Desa Sukaindah.

Kegiatan ini merupakan upaya BAZNAS memberikan pemberdayaan bagi peternak kecil dalam Program Kurban Berdayakan Desa. Dari kegiatan ini diharapkan dapat membuat ekonomi di desa tumbuh dan berkembang.

Kurban Berdayakan Desa merupakan sebuah layanan untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadahnya pada Idul Adha 1439 H. BAZNAS mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas. Karena kurban bukan ibadah biasa, namun dapat membangkitkan kesejahteraan ekonomi umat, utamanya masyarakat desa.

“Pada Idul Adha tahun ini BAZNAS memotong 1.280 ekor kambing dan sapi untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan pemotongan hewan pada Program Kurban Berdayakan Desa ini, diharapkan dapat memberdayakan peternak desa karena hewan kurban dibeli dari peternak desa Sukaindah juga. Selain itu, daging hewan kurban disembelih dan dibagikan di Desa Sukaindah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat desa,” kata Anggota BAZNAS, Nana Mintarti.

Ibadah masyarakat melalui Kurban Berdayakan Desa akan memindahkan devisa dari kota ke desa. Sebab biasanya dalam aktivitas kurban setiap tahun, perputaran uang akan banyak terjadi di kota-kota karena aktivitas kurban mulai dari transaksi pembelian hingga pembagian banyak terjadi di kota. Sementara itu peternak kambing yang memasok hewan peliharaannya ke kota melalui para pedagang besar hanya memiliki sedikit keuntungan dari penjualan kambing.

Program ini juga melibatkan “Balai Ternak BAZNAS” yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform. Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang tersebar di berbagai lokasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BAZNAS Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban di 120 Desa, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/22/baznas-selenggarakan-pemotongan-hewan-kurban-di-120-desa?page=2.
Penulis: FX Ismanto

 

Bantu Ekonomi Masyarakat, BAZNAS Dirikan Pasar Darurat di Lombok

Lombok.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat berinisiatif untuk segera memulihkan roda perekonomian di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Tepatnya di wilayah Kecamatan Gunung Sari, BAZNAS membangun 100 los untuk pasar darurat yang akan menampung para pedagang terdampak korban gempa.

Pasar Gunung Sari yang semula menjadi tempat mereka berjualan mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang bertubi-tubi menghantam Pulau Lombok sejak tanggal 29 Juli lalu. Puncaknya akibat gempa 7,0 SR tanggal 5 Agustus 2018 membuat bangunan lantai dua dan los besar yang menampung paling sedikit 550 orang pedagang sudah tidak direkomendasikan untuk dipergunakan kembali. Struktur bangunannya sudah sangat membahayakan.

“Masyarakat akan cepat mandiri. Kalau efek kemandirian ekonominya cepat bangkit, maka semua sektor akan bangkit juga nantinya,” papar Aziz menjelaskan alasan dipilihnya pasar darurat.

Ia bersama timnya menyiapkan anggaran paling sedikit 70 juta guna membangun pasar darurat yang berisikan 100 los yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pedagang.

“Ini murni dari BAZNAS Pusat,” tambah Aziz yang juga merencanakan akan menyediakan pelayanan micro finance (simpan pinjam) guna mengantisipasi maraknya rentenir pasca gempa.

Terkait dengan besarnya jumlah pedagang dan minimnya los yang disiapkan, Kepala Pasar Gunung Sari Taufiq memiliki kiat.

“Hanya pedagang yang rumahnya hancur dan berjualan sembako yang diutamakan,” ujar Taufiq menyebut peruntukan pasar dari BAZNAS.

Sedangkan sisanya, Taufiq mempersilahkan para pedagang membangun sendiri dengan tata letak persis sama dengan kondisi sebelumnya.

“Yang kemarin di depan, sekarang pun dapat bagian di depan,” pungkas Taufiq.

Ia bersyukur BAZNAS memulai pembangunan pasar darurat. Namun ia pun khawatir lahan yang tersedia tidak cukup untuk seluruh pedagang. Untuk itu, ia berharap lahan untuk pasar bisa diperluas lagi dengan memanfaatkan area sekitar yang dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam palawija.

Jurnalpublik.com

Baznas dan BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Rentan

JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) membantu perlindungan bagi para pekerja rentan. Perjanjian ini dikhususkan bagi pekerja rentan, yakni pekerja Bukan Penerima Upah (BPU).

Deputi Baznas, Arifin Purwakananta, mengatakan masyarakat setengah menganggur di Indonesia terdapat 9,1 juta orang. “Ini merupakan kerak kemiskinan. Kami ingin mengetaskan kemiskinan, ini ceruk yang perlu kita seriusi,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Jakarta, Senin (13/8).

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS TK, E Ilyas Lubis menambahkan kerja sama ini merupakan Program Donasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan BPJS TK dan Baznas. Nantinya program ini juga meliputi penggalangan dana dari para donatur Baznas.

“Baznas memiliki tiga juta donatur, diharapkan melalui kerja sama ini dapat menjaring minimal 100 ribu donatur,” ucapnya.

Penggalangan dana dilakukan oleh Baznas di semua kanal yang dimiliki Baznas dan BPJS TK, baik konvensional maupun digital. Antara lain melalui laman Baznas, laman crowdfunding kitabisa.com, situs e-commerce seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, dan Lazada.

Selain itu Baznas juga menyiapkan penggalangan dana melalui financial technology, yaitu Ovo dan go-pay serta fitur-fitur perbankan. Sementara itu BPJS TK menyiapkan pembayaran melalui kanal Gerakan Nasional Peduli Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran), direct mail dan dan melalui Kantor cabang BPJS TK seluruh Indonesia.

Lubis mengatakan, perlindungan yang akan diberikan kepada para pekerja rentan meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). JKK adalah manfaat berupa uang tunai atau pelayanan kesehatan yang diberikan pada saat peserta mengalami kecelakaan kerja atau penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja. Sementara JKM merupakan manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta meninggal dunia bukan akibat Kecelakaan Kerja.

*Sumber : Republika.co.id

Baznas Luncurkan 30 ZMart di Bandung

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan 30 unit minimarket milik mustahik, Z-Mart di Wilayah Kota Bandung, Jawa Barat.

Acara peluncuran diselenggarakan di Z-Mart milik Yeni Febriyanti di Jalan wuluku raya N0.22 Rt 06 Rw 10 Desa Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Hadir dalam acara tersebut Anggota BAZNAS, Nana Mintarti dan para penerima manfaat.

Nana mengatakan Z-Mart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik yang dibiayai menggunakan dana zakat untuk meningkatkan eksitensi dan kapasitas usaha retail mikro. Melalui Z-mart, BAZNAS berharap mampu mengangkat skala usaha mustahik binaan BAZNAS menjadi lebih besar.

Sejak awal program ini, BAZNAS telah mendirikan 75 unit Z-Mart yang tersebar di wilayah Bogor, Bandung Provinsi Jawa Barat, Tangerang Selatan Provinsi Banten dan Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.

Kegiatan dari program ini antara lain memperbaiki warung atau tempat berjualan para mustahik, memberikan pelatihan manajemen dan memperbaiki sistem keuangan serta memberikan pendampingan manajemen.

Setiap Zmart juga dilengkapi dengan platform pembayaran digital melalui Payment Point Online Bank (PPOB). Fasilitas ini diharapkan bisa mempersiapkan Z-Mart sebagai warung penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Harapannya, terbentuknya sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong, sehingga omset mustahik pemilik warung akan terus meningkat,” katanya.

Salah satu keberhasilan progam ini sudah terlihat di Z-Mart Bandung milik Yeni Febriyanti.

Warungnya kini sudah mempunyai omset rata-rata Rp1 juta hingga Rp1,2 juta per hari.
Yeni berinovasi mempromosikan warungnya, yakni dengan memberikan 1 kupon dari setiap pembelian jumlah tertentu.

Jika pembeli dapat mengumpulkan 10 kupon dapat ditukarkan dengan barang tertentu. Setiap hari Jumat Yeni juga menyediakan makan gratis dan mengratiskan jajanan diwarungnya bagi jamaah salat Jumat.

Dengan usaha tersebut, Yeni yang sebelumnya adalah mustahik kini sudah bisa membayar kewajiban zakat sebesar Rp1 juta.

Menurut Nana, BAZNAS akan mempercepat perluasan skala proram ini. BAZNAS akan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, BAZNAS Provinsi serta BAZNAS Kabupaten/ Kota untuk memperbanyak usaha retail mikro yang mampu menopang perekonomian keluarga di berbagai daerah lainnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Peluncuran 30 Minimarket Z-Mart Milik Mustahik di Wilayah Kota Bandung, http://www.tribunnews.com/bisnis/2018/08/04/peluncuran-30-minimarket-z-mart-milik-mustahik-di-wilayah-kota-bandung.
Penulis: FX Ismanto

BAZNAS Luncurkan Kurban Berdayakan Desa

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan program “Kurban Berdayakan Desa” untuk menyambut hari raya Idul Adha 1439 Hijriah. Ini adalah program untuk melayani para pekurban menjalankan ibadah, sekaligus melakukan pemberdayaan ekonomi pedesaan, khususnya para peternak.

“Kurban bukan saja ibadah tahunan, kita bisa maksimalkan sisi pemberdayaan ekonomi masyarakat pada ibadah kurban ini,” kata Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo MBA, CA dalam konferensi pers Kurban Berdayakan Desa di Jakarta, Kamis.

Program ini akan dilakukan dengan membeli hewan kurban langsung dari peternak-peternak di desa, tidak melalui pengepul besar di kota. Setelah itu, hewan kurban juga disembelih dan didistribusikan di desa tersebut bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, para peternak dan masyarakat pedesaan mendapatkan manfaat ekonomi dari pembelian hewan kurban, sekaligus mendapatkan tambahan asupan gizi.

“Jadi aktivitas kurban bisa memindahkan perputaran ekonomi dan manfaatnya dari kota kepada masyarakat desa,” ujar Prof Bambang.

Program khusus “Kurban Berdayakan Desa” ini telah dilaksanakan sejak 2017. Tahun lalu program dilaksanakan di 20 provinsi dengan menyembelih 700 ekor kambing.

Program ini juga melibatkan “Balai Ternak BAZNAS” yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai ternak ini adalah adalah program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform. Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang tersebar di berbagai lokasi.

Sumber : pusat.baznas.go.id

ZMart Diluncurkan di Tangerang Selatan

TANGERANG SELATAN – Setelah Januari lalu meresmikan program ZMart untuk wilayah Bogor, kini Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meluncurkan ZMart untuk wilayah Kota Tangerang Selatan, Senin (11/6).

Bertempat di Jalan Swadaya RT 004/RW 005, Pondok Benda, Pamulang, Tangsel, BAZNAS telah me-launching program ZMart untuk 12 mustahik se-wilayah Kota Tangerang Selatan.

“Realisasi program ini menggunakan dana zakat yang dihimpun dari para muzaki. BAZNAS telah mendirikan 72 ZMart yang dimiliki oleh mustahik di wilayah Bogor, Bandung dan Tangerang Selatan dengan total anggaran yang telah tersalurkan sebesar Rp 717 juta,” ujar Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.

Turut hadir Kepala Divisi Pendayagunaan BAZNAS, Randi Swandaru; amil BAZNAS Hadiyanto dan Wahyu Alamsyah, Ketua Pemberdayaan Masyarakat Tangsel, Ahmad Husen; tokoh masyarakat Kelurahan Pondok Benda, Rudi Hartono, dan Moh. Subhan dari Islamic Mart Foundation.

Tahun ini, tutur Nasir, BAZNAS akan merealiasikan 600 Zmart dengan total anggaran dana zakat sebesar Rp 5,469 miliar. “BAZNAS akan terus berupaya untuk mengembangkan usaha mikro dengan modal dari dana zakat,” ucap Nasir.

Dalam program ini, imbuh dia, selain memberikan modal usaha, BAZNAS juga memfasilitasi perbaikan tempat berjualan, pelatihan manajemen dan sistem keuangan serta pendampingan usaha.

Nasir menjelaskan, ZMart adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik BAZNAS untuk meningkatkan eksistensi dan kapasitas usaha retail mikro untuk mengangkat skala usaha mustahik binaan BAZNAS.

“Kehadiran program ini diharapkan agar terbentuk sebuah gerakan untuk berbelanja di warung kelontong, sehingga omzet mustahik pemilik warung akan terus meningkat,” kata dia.

Nasir memaparkan, ZMart akan terbagi ke dalam tiga jenis. Pertama, Z-Mart Points yang merupakan unit usaha yang di miliki satu keluarga. Kedua, usaha yang dikembangkan dalam jenis Z-Mart Store dengan skala yang lebih besar dan dimiliki oleh beberapa keluarga mustahik. Ketiga, Distribusi Center, baik grosir maupun eceran guna menyuplai dagangan ke warung-warung kelontong.

“Keberhasilan program ini sudah mulai terlihat dengan adanya kenaikan omset usaha,” ujar Nasir.

Dia mencontohkan salah satunya yakni ZMart milik mustahik atas nama Ibu Mustari yang beralamat di Kp. Setu, Bojonggede, Bogor. Rata-rata kenaikan omzet usaha Ibu Mustari Rp 200.000-Rp 300.000 per hari.

Setelah bantuan dari BAZNAS diberikan, tambah dia, stok barang di warung menjadi bertambah dan lengkap, sehingga warga sekitar lebih sering berbelanja di warungnya.

Dengan dana zakat yang didayagunakan akan bermanfaat untuk membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat yang tergolong mustahik produktif dan memiliki usaha retail menjadi lebih berkembang serta maju dengan menerapkan sistem muamalah yang baik dan benar secara islami.

Selanjutnya, terang Nasir, untuk melakukan percepatan program ini, BAZNAS akan melakukan screening dan pendampingan mustahik pemilik warung kelontong bekerja sama dengan mitra-mitra lokal di daerah, sehingga usaha mustahik dapat cepat meningkat untuk menopang perekonomian keluarga. (is)

Sumber : http://id.beritasatu.com

BAZNAS Kembangkan Balai Ternak di Banten

Program Pendayagunaan BAZNAS semakin gencar dalam sektor pemberdayaan peternak desa dan memberikan kesempatan bagi jutaan peternak di pedesaan wilayah Indonesia yang ingin berkembang dan mampu bersaing pada pasar modern.

Kali ini, BAZNAS melakukan kegiatan pemberdayaan peternak desa yang dijalankan di Desa Baros Jaya Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang Provinsi Banten dengan nama Balai Ternak Desa Baros Jaya.

Peresmian Balai Ternak Desa Baros Jaya dilakukan pada Jumat (26/1) di Desa Baros Jaya Kecamatan Cinangka Kabupaten Serang.

Efri Syamsul Bahri selaku Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan mengatakan bahwa salah satu langkah BAZNAS untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mustahik menjadi lebih baik dengan program pemberdayaan agar mustahik menjadi lebih mandiri.

“BAZNAS mengoptimalkan dana muzaki dalam bentuk ZIS (Zakat, Sedekah, Infak) untuk menjadikan mustahik lebih bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya serta usahanya lebih maju dan lebih berkembang dengan program pemberdayaan ekonomi di bidang sektor peternakan ini,” ujarnya.

Balai Ternak Desa Baros Jaya merupakan program pemberdayaan ekonomi sektor peternakan yang memiliki visi yaitu unggul dalam pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan melalui Balai Ternak serta memiliki misi dalam mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat untuk pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan pemoderasian kesenjangan sosial melalui Balai Ternak, meningkatkan kualitas, kapabilitas dan produktivitas masyarakat dalam berproduksi pada bidang peternakan dan mengembangkan kompetensi peternak yang profesional.

Peserta program Balai Ternak Desa Baros Jaya adalah sejumlah warga masyarakat kampung Mendong yang tergolong masyarakat miskin dan telah terjaring serta terverifikasi dari hasil survey yang dilakukan oleh Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan bidang Pemberdayaan Ekonomi Badan Amil Zakat Nasional. Saat ini telah terjaring dan terverifikasi sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) yang tergolong Miskin dan siap tergabung dalam program Balai Ternak Desa Baros Jaya. 36 KK tersebut telah terbentuk dalam 1 kelompok besar yang memiliki aturan dan tujuannya tersendiri.

Pelaksanaan program Balai Ternak Desa Baros Jaya sangat membantu masyarakatnya dalam peningkatan kesejahteraan perekonomian, karena beternak bukanlah hal yang baru bagi mereka, melainkan sudah bagian dari rutinitas sehari-hari, namun belum tersentuh oleh edukasi terkait managemen beternak yang lebih baik dan lebih produktif.

Sumber : pusat.baznas.go.id

Baznas Kembangkan 600 Z-Mart di Jabotabek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan 600 unit Z-Mart di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) selama 2018. Sebanyak 17 dari 600 unit Z-Mart tersebut berada di Bojong Gede, Kabupaten Bogor dan diresmikan hari ini Rabu (17/1).

Deputi Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan Baznas ingin terus berupaya mengembangkan usaha mikro dengan modal dari dana zakat. Dengan demikian, dana zakat bermanfaat untuk membangkitkan kondisi perekonomian para mustahik.
“Sebelum mendirikan Z-Mart ini, para mustahik yang akan mengelolanya mendapatkan modal usaha dan pelatihan serta pedampingan,” ujar Arifin seperti dalam siaran persnya, Rabu.
Z-Mart merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi, berupa jaringan pengembangan usaha ritel mikro untuk mengangkat skala usaha mustahik binaan Baznas. Z-Mart dikembangkan dalam tiga jenis skala usaha.
Z-Mart Point merupakan unit usaha yang dimiliki oleh satu Kepala Keluarga. Selain Z-Mart Point, usaha ini juga dikembangkan dalam jenis Z-Mart Store dan Z-Mart Distribusi Center yang memiliki skala usaha dan penerima manfaat lebih besar.
Dua jenis Z-Mart tersebut melayani pembelian baik grosir maupun eceran dan menyuplai dagangan warung-warung kelontong. Menurut Arifin, pengembangan Z-Mart merupakan wujud dari tekad yang kuat dalam upaya Baznas meningkatkan derajat para mustahikdengan berbagai cara, salah satunya melalui penguatan di bidang ekonomi.
Sejak tahun 2016, dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki diwujudkan untuk mendirikan Z-Mart yang sudah tersebar di berbagai kota yang ada di Indonesia. Z-Mart pertama kali dibangun di Desa Selotong dan Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada April 2017 dan terus berkembang.
Z-Mart memberikan harga lebih murah dari toko kelontong atau minimarket lain, karena dipasok dari retail besar. Z-Mart juga didirikan dekat dengan perkampungan, agar mudah terjangkau masyarakat.
Z-Mart menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti minyak, gula, sabun, perlengkapan rumah tangga dan hasil kerajinan tangan. Anggota Baznas, Ir Nana Mintarti mengatakan Z-Mart ini diharapkan bisa memajukan usaha para mustahik.
“Baznas berharap mudah-mudahan para penerima manfaat zakat (mustahik) yang sudah diberikan bantuan melalui Z-mart ini bisa lebih meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya serta usahanya lebih maju dan lebih berkembang dengan keberadaan Z-mart ini,” katanya.
Peresmian Z-Mart di Bogor ini merupakan rangkaian perayaan milad Baznas ke-17. Selain itu, Baznas juga melakukan Pengembangan Kewirausahaan di 17 Pondok Pesantren, Pengembangan 17 Teknologi Tepat Guna untuk pemberdayaan mustahik, Gerakan Sosial Nasional Kesehatan di 17 titik dan Pengurangan Risiko Bencana.
Sumber : https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/18/01/17/p2p4pu423-baznas-kembangkan-600-zmart-di-jabotabek