Posts

BAZNAS Kembangkan Lumbung Pangan di Karawang

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program Lumbung Pangan meningkatkan pendapatan petani di kawasan industridi Kabupaten Karawang.

Sementara itu, BAZNAS meningkatkan pendapatan masyarakat petani di sekitar kawasan industri Karawang melalui program Lumbung Pangan.Selain kota industri, Karawang juga identik dengan penghasil padi nasional.

“Melalui program Lumbung Pangan, mustahik di sekitar kawasan industri lebih diberdayakan untuk dapat meningkatkan pendapat melalui bantuan modal usaha dan pendampingan teknologi,” kata Nasir.

Lumbung Pangan Karawang terdiri atas 3 kelompok, tersebar di 3 lokasi, yakni Desa Pangulah Kecamatan Kota Baru, Desa Cintaasih Kecamatan Pangkalan, dan Desa Karangligar Kecamatan Telukjambe Timur.

Total penerima manfaat sebanyak 23 petani dengan luas lahan 24 ha dari 30 ha yang ditargetkan.

BAZNAS mengembangkan Lumbung Pangan dengan mengedepankan proses ramah lingkungan. Konsep pertanian berkelanjutan dengan menerapkan sistem pertanian sehat. BAZNAS bekerja sama dengen PT. Hikmah Pangan Nusantara (HIPANUSA) sebagai pendampingan teknologi budidaya dengan pupuk organik hasil penelitian salah satu ahli pertanian organik.

Kegiatan budidaya tanaman padi para petani saat ini masih bersifat konvensional dengan memanfaatkan pupuk dan pestisida kimia untuk mempercepat pertumbuhan, namun sebenarnya dapat mempercepat kerusakan lahan.

Pendampingan yang dilakukan berupa teknis budidaya, aplikasi pupuk organik, aplikasi pestisida nabati dan teknik bercocok tanam yang sesuai standar pertanian sehat.

Dengan menerapkan pertanian sehat, tentunya beras yang dihasilkan bebas dari kandungan pestisida atau bahan kimia, sehingga beras yang dihasilkan lebih sehat dan berkualitas.

Rata-rata luasan garapan petani saat ini seluas 1-1,5 ha per petani dengan rata-rata hasil panen jika secara konvensional rata-rata 5 ton/ha GKP dengan harga sebesar Rp 4.500/kg. Namun jika menggunakan sistem pertanian sehat, akan meningkatkan hasil panen GKP sekitar 1-2 ton per ha menjadi 6-7 ton dan terus bertambah hingga musim tanam ke 3 dengan target hingga mencapai 9 ton per ha dan harga GKP meningkat menjadi Rp 5.000/kg.

Rata-rata pendapatan para petani dari jumlah keseluruhan sebelum dibantu BAZNAS sebesar Rp 2.621.700, masih di bawah standar upah minimum daerah Kabupaten Karawang.

Setelah aplikasi pertanian sehat diharapkan pada musim tanam ke 3 peningkatan penghasilan rata-rata petani petani menjadi sebesar Rp 4.714.728, lebih tinggi jika dibandingkan dengan garis kemiskinan Nasional tahun 2018 (Rp 1.564.758,-) dan UMK Kabupaten Karawang tahun 2019 yakni Rp 4.234.010.

Selama program berjalan, BAZNAS akan melakukan pendampingan secara intensif selama minimal 2 tahun. Pendamping ditempatkan di lokasi program dan membaur serta tinggal di lokasi program. Pendamping akan menjadi motivator, fasilitator, dan mediator untuk mengembangkan masyarakat dalam hal teknis bertani, kelembagaan, organisasi, mental spiritual, dan pengembangan agribisnis.

“Dengan adanya pendampingan tersebut, ditargetkan bisa mewujudkan kemandirian, yakni pada aspek ekonomi, mental spiritual dan kelembagaan,”ujar Nasir. (*)

Sumber : http://www.tribunnews.com/nasional/2018/12/20/baznas-kembangkan-z-mart-dan-lumbung-pangan-di-karawang?page=3.

Launching Mustahik Pengusaha Budidaya Ternak Lele Bekasi

BAZNAS berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dalam berbagai bidang pertanian,peternakan dan UMKM. Komitmen ini ditunjukkan dengan dilaunchingnya program pemberdayaan di beberapa wilayah salah satunya adalah Bekasi Jawa Barat. Rabu (24/10) dilakukan Launching Program Mustahik Pengusaha Budidaya Ternak Lele dengan metode bioflok. Penerapan bioflok dilakukan karena lebih efisien secara biaya dan lokasi. Launching dilakukan di Kp. Bakung, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Program ini memberikan bantuan modal usaha berupa bibit lele, pakan dan kolam bioflok senilai 115 juta kepada 23 mustahik yang tergabung dalam kelompok Berkah Lele. Pengelolaan kolam akan dilakukan oleh mustahik secara berkelompok. “Dengan berkelompok diharapkan kelompok ini bahu-membahu satu sama lain untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam kelompok” Ujar Ajat Sudarjat, Direktur LPEM.

Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan pendapatkan mustahik, sehingga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Selain aspek ekonomi, diharapkan mustahik juga mengalami perubahan secara spiritual, dan mampu mengisnpirasi mustahik yang lain diluar kelompok.
“Kami berharap kelompok ini bisa memberikan inspirasi mustahik-mustahik yang lain sehingga bisa tumbuh kelompok2 usaha yang lain. Kami juga berharap bapak/ibu tidak hanya meningkat dari sisi pendapatan saja namun juga dari aspek keagamaan, wawasan keislaman semakin luas, ibadah nambah rajin, ketaqwaan juga semakin bertambah” Tutur Nasir Tajang Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan

Pemerintah desa memberikan tanggapan positif terkait program ini diwilayahnya dan berharap penerima manfaat serius dalam mengelolanya, jangan sampai hanya semangat di awal setelah itu hilang. “Kami Berharap bantuan dari BAZNAS ini benar-benar dijalan dengan baik, dengan penuh tanggung jawab. Kelompok harus bias membuktikan kepada BAZNAS bahwa kita amanah dan kita bias maju. Kami dari desa akaan membantu melakukan pemantauan dan jika berhasil bisa menularkan kepada kampung yang lain. Terima Kasih kepada BAZNAS dari kami kepada BAZNAS yang telah membantu warga kami” ungkap Muhidin Perwakilan desa dalam sambutannya (SM).

 

 

Kerjasama dengan GO-TIX, BAZNAS umumkan jumlah donasi untuk korban gempa lombok

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada hari ini secara resmi mengumumkan nilai donasi hasil kerja sama penggunaan platform GO-TIX, salah satu layanan GO-JEK, untuk korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang diberikan pengguna GO-JEK kepada BAZNAS.

Pengumuman jumlah donasi hasil kerja sama penggunaan platform GO-JEK oleh BAZNAS ini secara simbolik diwakili oleh Anggota BAZNAS Emmy Hamidiyah dengan VP GO-TIX Ario Adimas. Seperti diketahui, Lombok, Nusa Tenggara Barat dilanda gempa bumi yang cukup dahsyat sehingga melumpuhkan aktivitas masyarakat sekitar. BAZNAS memiliki misi untuk membantu masyarakat sekitar dengan kampanyenya Membangun Kembali Lombok.

Dalam kampanye ini, BAZNAS menggandeng berbagai lembaga termasuk di dalamnya GO-TIX, salah satu layanan GO-JEK. Sejak dibuka mulai 8 Agustus hingga 28 Agustus lalu, donasi yang diberikan oleh pengguna GO-JEK kepada BAZNAS dengan memanfaatkan layanan GO-TIX tercatat sebesar Rp463.735.800.  Melalui kerjasama ini, para pengguna GO-JEK yang ingin membantu korban gempa di Lombok, NTB bisa berdonasi kepada BAZNAS dengan memanfaatkan layanan GO-TIX yang ada di aplikasi GO-JEK. Para pengguna bisa berdonasi kepada BAZNAS mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000 berlaku kelipatan.

Anggota BAZNAS Emmy Hamidiyah mengapresiasi kerjasama BAZNAS dengan GO-TIX dalam memudahkan masyarakat berdonasi. Ia mengatakan, BAZNAS selalu mencari cara baru untuk mempermudah masyarakat berdonasi, terlebih untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah di Lombok, NTB.

“Kami sangat mengapresiasi niat baik dari GO-TIX untuk memudahkan masyarakat dalam berdonasi, khususnya bagi saudara kita yang terkena musibah gempa di Lombok, NTB. Dan ini sejalan juga dengan misi BAZNAS untuk membangun kembali Lombok pasca gempa dahsyat yang mengguncang. Kemudahan yang diberikan GO-TIX juga salah satu upaya kami dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Emmy.

Emmy mengatakan, pada program Membangun Kembali Lombok, BAZNAS memberikan bantuan strategis berupa rumah sakit lapangan, pembuatan fasilitas mandi cuci dan kakus (MCK) sementara. Selain itu, BAZNAS juga mengupayakan revitalisasi jaringan telepon dan listrik yang terputus, melatih korban dengan program trauma healing serta mendirikan hunian sementara.

Dia melanjutkan, hasil kerja sama dengan GO-TIX akan mendukung program-program yang dijalankan BAZNAS di Lombok khususnya untuk pemulihan. “Bantuan dari masyarakat kepada BAZNAS hasil kerja sama dengan GO-TIX akan sangat bermanfaat untuk program pemulihan korban gempa di Lombok, seperti untuk pembangunan sekolah darurat, layanan darurat serta hunian sementara.”

Sementara itu, VP GO-TIX Ario Adimas mengatakan “Kami sangat bersyukur dengan jumlah donasi hasil kerja sama GO-TIX dan BAZNAS. Kami mengucapkan terima kasih kepada para pengguna GO-JEK yang telah ikut serta berdonasi. Hal tersebut menunjukkan bahwa layanan on-demand yang disediakan GO-JEK merupakan salah satu alternatif platform untuk BAZNAS dalam mengumpulkan donasi yang banyak digunakan oleh masyarakat untuk bersedekah,” tutur Adimas.

Adimas berharap hasil kerja sama GO-TIX dan BAZNAS dapat membantu dalam membangun kembali Lombok sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti sedia kala. Kolaborasi GO-TIX dengan BAZNAS telah terjalin sejak lama untuk menyediakan pilihan mekanisme berdonasi bagi masyarakat. Pada Ramadhan lalu, GO-JEK melalui layanan GO-TIX berkolaborasi dengan BAZNAS memberikan akses kepada masyarakat untuk berdonasi kepada BAZNAS melalui program hidangan Ramadhan.

Selain itu, lewat GO-TIX, pengguna juga dapat berdonasi kepada BAZNAS melalui program Layanan Aktif BAZNAS. Program tersebut merupakan kegiatan bantuan langsung yang diberikan kepada masyarakat kurang mampu dalam berbagai bentuk layanan yang dilakukan di JABODETABEK. GO-TIX merupakan salah satu layanan GO-JEK yang kini dikelola oleh LOKET pasca diakuisisi oleh GO-JEK.

BAZNAS Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban di 120 Desa

BEKASI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan pemotongan hewan kurban di 120 desa di 24 provinsi se-Indonesia.

“Warga dari 120 desa tersebut merupakan penerima manfaat yang membutuhkan, warga kurang mampu dan terpencil,” ujar Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec di lokasi yang menjadi salah satu tempat pemotongan hewan kurban, Desa Sukaindah, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (22/8/2018).

Turut hadir anggota BAZNAS, Ir. Nana Mintarti, MP dan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS, Mohd. Nasir Tajang.

“Di lokasi ini, BAZNAS memotong 50 ekor kambing untuk dibagikan kepada warga sekitar. Peternak kecil di Desa Sukaindah merupakan binaan BAZNAS dan menjadi salah satu pemasok kambing untuk kurban tahun ini,” ujar Zainul.

Dia memaparkan, BAZNAS memilih desa ini karena banyak masyarakat mustahik yang menjadi peternak. “Umat harus membangun ekonomi dari pinggiran seperti ini,” kata dia.

Dengan demikian, tutur dia, pemenuhan konsumsi daging di kalangan mustahik bisa dioptimalkan.

“Karena konsumsi daging secara nasional masih sangat rendah dibanding negara tetangga. Kita baru 3-4 kilogram per kapita per tahun sementara Malaysia dan Singapura 4-5 kilogram, jauh lebih banyak. Kita berharap bisa 50-60 kilogram per kapita per tahun. Inilah yang menjadi salah satu tujuan program Kurban Berdayakan Desa. Paling tidak dengan produksi daging di Balai Ternak BAZNAS bisa mendorong perbaikan gizi masyarakat desa,” ucap Zainul.

Karena, lanjut dia, jika bicara peternakan, bukan semata-mata soal daging tapi juga industri pakan, kulit, transportasi, pedagang kecil dan sebagainya.

“Pekan lalu BAZNAS meluncurkan buku Ekonomi Kurban bekerja sama dengan PEBS Pascasarjana UI. Untuk memberikan pencerahan tentang kurban,” ujar dia.

Di musim kurban, imbuh Zainul, Indonesia hanya memproduksi 300 ekor per kabupaten. Padahal potensi kurban secara nasional bisa mencapai Rp 10 triliun.

“Lima provinsi penghasil terbesar per tahun hanya memproduksi 5 juta ternak. Karena itu, gerakan zakat, infak dan sedekah atau ZIS diharapkan bisa semakin mantap membantu pemerintah dalam merealisasikan swasembada daging sehingga negeri ini tidak perlu mengimpor,” kata dia.

Menurut dia, swasembada daging dimulai dari desa sehingga ke depan masyarakat bisa mengonsumsi daging 40 kg per kapita per tahun seperti di negara-negara maju.

Sementara itu, Nana Mintarti menambakan, kambing dibeli, disembelih kemudian dibagikan kepada warga Desa Sukaindah.

Kegiatan ini merupakan upaya BAZNAS memberikan pemberdayaan bagi peternak kecil dalam Program Kurban Berdayakan Desa. Dari kegiatan ini diharapkan dapat membuat ekonomi di desa tumbuh dan berkembang.

Kurban Berdayakan Desa merupakan sebuah layanan untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadahnya pada Idul Adha 1439 H. BAZNAS mendorong masyarakat untuk melaksanakan ibadah kurban dengan manfaat yang lebih luas. Karena kurban bukan ibadah biasa, namun dapat membangkitkan kesejahteraan ekonomi umat, utamanya masyarakat desa.

“Pada Idul Adha tahun ini BAZNAS memotong 1.280 ekor kambing dan sapi untuk masyarakat yang membutuhkan. Dengan pemotongan hewan pada Program Kurban Berdayakan Desa ini, diharapkan dapat memberdayakan peternak desa karena hewan kurban dibeli dari peternak desa Sukaindah juga. Selain itu, daging hewan kurban disembelih dan dibagikan di Desa Sukaindah untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat desa,” kata Anggota BAZNAS, Nana Mintarti.

Ibadah masyarakat melalui Kurban Berdayakan Desa akan memindahkan devisa dari kota ke desa. Sebab biasanya dalam aktivitas kurban setiap tahun, perputaran uang akan banyak terjadi di kota-kota karena aktivitas kurban mulai dari transaksi pembelian hingga pembagian banyak terjadi di kota. Sementara itu peternak kambing yang memasok hewan peliharaannya ke kota melalui para pedagang besar hanya memiliki sedikit keuntungan dari penjualan kambing.

Program ini juga melibatkan “Balai Ternak BAZNAS” yang tersebar pada tujuh provinsi, yaitu Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Balai ternak merupakan program pemberdayaan ekonomi pedesaan dengan memberikan bantuan bibit, kandang dan pendampingan peternakan pada masyarakat.

Para pekurban juga dimudahkan dalam melakukan pembayaran melalui berbagai platform. Mulai dari konter, banking channel, pembayaran melalui e-commerce, pembayaran digital serta kantor-kantor Unit Pengumpul Zakat (UPZ) BAZNAS yang tersebar di berbagai lokasi. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BAZNAS Selenggarakan Pemotongan Hewan Kurban di 120 Desa, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/08/22/baznas-selenggarakan-pemotongan-hewan-kurban-di-120-desa?page=2.
Penulis: FX Ismanto

 

Bantu Ekonomi Masyarakat, BAZNAS Dirikan Pasar Darurat di Lombok

Lombok.Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pusat berinisiatif untuk segera memulihkan roda perekonomian di wilayah terdampak gempa di Kabupaten Lombok Barat (Lobar).

Tepatnya di wilayah Kecamatan Gunung Sari, BAZNAS membangun 100 los untuk pasar darurat yang akan menampung para pedagang terdampak korban gempa.

Pasar Gunung Sari yang semula menjadi tempat mereka berjualan mengalami kerusakan cukup parah akibat gempa yang bertubi-tubi menghantam Pulau Lombok sejak tanggal 29 Juli lalu. Puncaknya akibat gempa 7,0 SR tanggal 5 Agustus 2018 membuat bangunan lantai dua dan los besar yang menampung paling sedikit 550 orang pedagang sudah tidak direkomendasikan untuk dipergunakan kembali. Struktur bangunannya sudah sangat membahayakan.

“Masyarakat akan cepat mandiri. Kalau efek kemandirian ekonominya cepat bangkit, maka semua sektor akan bangkit juga nantinya,” papar Aziz menjelaskan alasan dipilihnya pasar darurat.

Ia bersama timnya menyiapkan anggaran paling sedikit 70 juta guna membangun pasar darurat yang berisikan 100 los yang diberikan secara cuma-cuma kepada para pedagang.

“Ini murni dari BAZNAS Pusat,” tambah Aziz yang juga merencanakan akan menyediakan pelayanan micro finance (simpan pinjam) guna mengantisipasi maraknya rentenir pasca gempa.

Terkait dengan besarnya jumlah pedagang dan minimnya los yang disiapkan, Kepala Pasar Gunung Sari Taufiq memiliki kiat.

“Hanya pedagang yang rumahnya hancur dan berjualan sembako yang diutamakan,” ujar Taufiq menyebut peruntukan pasar dari BAZNAS.

Sedangkan sisanya, Taufiq mempersilahkan para pedagang membangun sendiri dengan tata letak persis sama dengan kondisi sebelumnya.

“Yang kemarin di depan, sekarang pun dapat bagian di depan,” pungkas Taufiq.

Ia bersyukur BAZNAS memulai pembangunan pasar darurat. Namun ia pun khawatir lahan yang tersedia tidak cukup untuk seluruh pedagang. Untuk itu, ia berharap lahan untuk pasar bisa diperluas lagi dengan memanfaatkan area sekitar yang dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam palawija.

Jurnalpublik.com