Posts

Launching Mustahik Pengusaha Budidaya Ternak Lele Bekasi

BAZNAS berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat dalam berbagai bidang pertanian,peternakan dan UMKM. Komitmen ini ditunjukkan dengan dilaunchingnya program pemberdayaan di beberapa wilayah salah satunya adalah Bekasi Jawa Barat. Rabu (24/10) dilakukan Launching Program Mustahik Pengusaha Budidaya Ternak Lele dengan metode bioflok. Penerapan bioflok dilakukan karena lebih efisien secara biaya dan lokasi. Launching dilakukan di Kp. Bakung, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Program ini memberikan bantuan modal usaha berupa bibit lele, pakan dan kolam bioflok senilai 115 juta kepada 23 mustahik yang tergabung dalam kelompok Berkah Lele. Pengelolaan kolam akan dilakukan oleh mustahik secara berkelompok. “Dengan berkelompok diharapkan kelompok ini bahu-membahu satu sama lain untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi dalam kelompok” Ujar Ajat Sudarjat, Direktur LPEM.

Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan pendapatkan mustahik, sehingga bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bergantung dengan orang lain. Selain aspek ekonomi, diharapkan mustahik juga mengalami perubahan secara spiritual, dan mampu mengisnpirasi mustahik yang lain diluar kelompok.
“Kami berharap kelompok ini bisa memberikan inspirasi mustahik-mustahik yang lain sehingga bisa tumbuh kelompok2 usaha yang lain. Kami juga berharap bapak/ibu tidak hanya meningkat dari sisi pendapatan saja namun juga dari aspek keagamaan, wawasan keislaman semakin luas, ibadah nambah rajin, ketaqwaan juga semakin bertambah” Tutur Nasir Tajang Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan

Pemerintah desa memberikan tanggapan positif terkait program ini diwilayahnya dan berharap penerima manfaat serius dalam mengelolanya, jangan sampai hanya semangat di awal setelah itu hilang. “Kami Berharap bantuan dari BAZNAS ini benar-benar dijalan dengan baik, dengan penuh tanggung jawab. Kelompok harus bias membuktikan kepada BAZNAS bahwa kita amanah dan kita bias maju. Kami dari desa akaan membantu melakukan pemantauan dan jika berhasil bisa menularkan kepada kampung yang lain. Terima Kasih kepada BAZNAS dari kami kepada BAZNAS yang telah membantu warga kami” ungkap Muhidin Perwakilan desa dalam sambutannya (SM).

 

 

Baznas Kembangkan 600 Z-Mart di Jabotabek

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mengembangkan 600 unit Z-Mart di kawasan Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek) selama 2018. Sebanyak 17 dari 600 unit Z-Mart tersebut berada di Bojong Gede, Kabupaten Bogor dan diresmikan hari ini Rabu (17/1).

Deputi Baznas, Arifin Purwakananta mengatakan Baznas ingin terus berupaya mengembangkan usaha mikro dengan modal dari dana zakat. Dengan demikian, dana zakat bermanfaat untuk membangkitkan kondisi perekonomian para mustahik.
“Sebelum mendirikan Z-Mart ini, para mustahik yang akan mengelolanya mendapatkan modal usaha dan pelatihan serta pedampingan,” ujar Arifin seperti dalam siaran persnya, Rabu.
Z-Mart merupakan salah satu program pemberdayaan ekonomi, berupa jaringan pengembangan usaha ritel mikro untuk mengangkat skala usaha mustahik binaan Baznas. Z-Mart dikembangkan dalam tiga jenis skala usaha.
Z-Mart Point merupakan unit usaha yang dimiliki oleh satu Kepala Keluarga. Selain Z-Mart Point, usaha ini juga dikembangkan dalam jenis Z-Mart Store dan Z-Mart Distribusi Center yang memiliki skala usaha dan penerima manfaat lebih besar.
Dua jenis Z-Mart tersebut melayani pembelian baik grosir maupun eceran dan menyuplai dagangan warung-warung kelontong. Menurut Arifin, pengembangan Z-Mart merupakan wujud dari tekad yang kuat dalam upaya Baznas meningkatkan derajat para mustahikdengan berbagai cara, salah satunya melalui penguatan di bidang ekonomi.
Sejak tahun 2016, dana zakat yang ditunaikan oleh para muzaki diwujudkan untuk mendirikan Z-Mart yang sudah tersebar di berbagai kota yang ada di Indonesia. Z-Mart pertama kali dibangun di Desa Selotong dan Desa Secanggang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara, pada April 2017 dan terus berkembang.
Z-Mart memberikan harga lebih murah dari toko kelontong atau minimarket lain, karena dipasok dari retail besar. Z-Mart juga didirikan dekat dengan perkampungan, agar mudah terjangkau masyarakat.
Z-Mart menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat seperti minyak, gula, sabun, perlengkapan rumah tangga dan hasil kerajinan tangan. Anggota Baznas, Ir Nana Mintarti mengatakan Z-Mart ini diharapkan bisa memajukan usaha para mustahik.
“Baznas berharap mudah-mudahan para penerima manfaat zakat (mustahik) yang sudah diberikan bantuan melalui Z-mart ini bisa lebih meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraannya serta usahanya lebih maju dan lebih berkembang dengan keberadaan Z-mart ini,” katanya.
Peresmian Z-Mart di Bogor ini merupakan rangkaian perayaan milad Baznas ke-17. Selain itu, Baznas juga melakukan Pengembangan Kewirausahaan di 17 Pondok Pesantren, Pengembangan 17 Teknologi Tepat Guna untuk pemberdayaan mustahik, Gerakan Sosial Nasional Kesehatan di 17 titik dan Pengurangan Risiko Bencana.
Sumber : https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/wakaf/18/01/17/p2p4pu423-baznas-kembangkan-600-zmart-di-jabotabek